Sejarah Wisata dan Peninggalan dari Istana Siak Sri Indrapura

By | 18 September 2019

Siak merupakan bagian dari Provinsi Riau. Kota yang terkenal dengan berbagai peninggalannya. Anda yang ingin mengenal tentang sejarah melayu bisa datang ke Istana Siak Sri Indrapura. Berikut ini sejarah wisata dan peninggalan dari daerah siak yang menarik untuk diketahui agar keputusan liburan semakin menarik.

Istana-Siak-Sri-Indrapura

Sejarah Wisata Istana Siak Sri Indrapura

Sebuah sejarah dari istana Siak yang terlihat cantik terdiri dari dua lantai dan merupakan  perpaduan arsitektur Melayu, Arab, dan Eropa. Istana ini diberi gelar Istana Matahari Timur. Istana ini digunakan untuk penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan. Kursinya terbuat dari balutan emas. Ada juga duplikat mahkota kerajaan, dan bangkas kerajaan Siak.

Di dalam istana ada payung kerajaan dan komet sebagai benda langka yang hanya ada dua di dunia menurut sebuah cerita. Selain itu di dalam istana juga ada tombak kerajaan. Dari sejarahnya lantai bawah istana dibagi menjadi enam buah ruangan sidang.

Ruangan dibagi berdasarkan fungsinya yaitu ada ruang para tamu, ruang tamu laki-laki, ruang tamu perempuan, dan ruang tamu kehormatan. Lalu satu ruangan lagi berada di samping kanan yang dijadikan sebagai ruang sidang kerajaan atau ruangan untuk mengadakan pesta.

Sekarang ruangan sidang itu diilustrasikan dengan adanya patung lengkap menggunakan busana khas melayu. Anda juga harus tahu bahwa berbagai pernak-pernik yang ada di dalam ruangan adalah hasil impor langsung dari Arab dan Eropa.

Istana ini yang merupakan kediaman resmi dari Sultan Istana Siak Sri Indrapura mempunyai luas 32.000 meter yang sudah ada dari tahun 1.723. Kemudian untuk lantai atas istana ini terdiri dari Sembilan ruangan yang digunakan sebagai tempat istirahat Sultan dan para tamu istana. Bagian dindingnya berlapis keramik yang dibawa langsung dari Prancis.

Peninggalan di Istana Siak

Di dalam istana ada peninggalan delapan buah meriam tersebar di sisi halaman istana. Jika Anda pergi ke bagian kiri belakang ada bangunan kecil. Peninggalan lainnya ada perahu kuno yan diberi nama “Kapal Kato“. Kapal ini dulunya digunakan Sultan Siak untuk mengunjungi daerah-daerah kekuasaannya.

Di istana ini juga ditinggalkan sebuah budaya upacara adat yang sangat terkenal di Riau yaitu Balimau Kasai. Upacara yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan sehari sebelum pelaksanaan puasanya. Tujuan upacara sebagai rasa syukur dan sebuah simbol pensucian dan pembersihan diri.

Di Siak juga ada peninggalan sebuah tenunan yang terus dilestarikan dengan dibuatnya tenunan bermotif serupa. Motif khas dan kerajinan anyaman yang dibuat dari berbagai jenis daun. Ada daun pandan, daun rasau. rumput laut, batang rumput resam, daun kelapa, daun nipah, daun rumbia atau bisa juga menggunakan rotan.

Anda yang jalan-jalan ke kota ini bisa membawa pulang oleh-oleh berupa bakul, ambung, tikar, kajang, tudung saji, tudung kepala yang dibuat dari anyaman. Peninggalan lainnya yang ada di istana ini adalah enam patung elang terletak di bagian puncak istana. Arti dari keberadaan patung ini adalah melambangkan keberanian pihak istana.

Anda yang datang ke istana juga dapat melihat peninggalan dari para raja berupa benda-benda kerajaan. Ada kursi singgasana berlapis emas dan patung perunggu Ratu Wilhelmina. Peninggalan lainnya ada juga yang dibawa ke Museum Nasional Jakarta.

Istana Siak Sri Indrapura buka dari hari Senin sampai Kamis dan Sabtu pada jam 09:00 sampai 16:00 WIB. Hari Jumat buka  pada jam 13:45 sampai 16:00 WIB. Tiket kunjungannya murah hanya Rp 3.000,00 untuk orang dewasa dan anak-anak  hanya Rp2.000,00.